Kognisi sosial adalah proses berpikir yang
dilakukan seseorang untuk memahami
dirinya dan orang lain (kognisi adalah pengetahuan dan kesadaran) atau tata
cara kita mengenal, mengingat dan menggunakan informasi tentang dunia sosial,
dan kognisi sosial terjadi secara otomatis. Kognisi sosial memiliki peran dalam
proses perubahan sikap, karena dengan berpikir untuk memahami diri sendiri dan
orang lain individu dapat mengubah sikap yang menurutnya buruk dan tidak
disukai orang, proses kelompok juga berperan dalam perubahan sikap karena pada
umumnya, individu bersikap searah dengan sikap orang yang dianggapnya penting,
kecenderungan ini antara lain dimotivasi oleh keinginan untuk menghindari
konflik dengan orang yang dianggap penting tersebut. Contohnya: seorang anak
tidak suka di peluk oleh orang lain tapi kebiasaan teman-teman sekelompoknya
adalah berpelukan ketika bertemu, untuk menghindari konflik akhirnya individu
yang tidak senang dipeluk merubah sikapnya untuk menghargai sikap teman-teman
sekelompoknya.
Minggu, 10 Desember 2017
15. PERSEPSI DAN PERSUASI DALAM PEMBENTUKAN SIKAP
Persepsi adalah suatu proses pengamatan
seseorang terhadap lingkungan dengan menggunakan indra-indra yang dimiliki
sehingga ia menjadi sadar akan segala sesuatu yang ada dilingkungannya
,sedangkan persuasi adalah suatu usaha untuk mengubah sikap orang lain melalui
penggunaan jenis pesan, seperi contohnya papan-papan iklan, persepsi dan
persuasi memiliki hubungan dengan pembentukan sikap seseorang, sikap seseorang
dipengaruhi oleh persepsi yang muncul pada dirinya dan dengan persuasi seperti
melihat papan iklan juga bisa mengubah sikap seseorang, contoh jika seseorang
terkena ulat dan ulat tersebut membuat gatal-gatal pada tubuh, akhirnya ia
mempersepsikan bahwa semua ulat itu mengakibatkan gatal-gatal maka ia akan berubah
sikapnya setiap bertemu ulat dalam jenis apapun. Lalu contoh dari persuasi
misalkan tersebar iklan peringatan merokok dimana-mana, ada seseorang perokok
yang melihat iklan tersebut terus menerus, akhirnya perokok tersebut perlahan
merubah sikapnya dan tidak merokok lagi karena sadar akan bahayanya dari
iklan-iklan yang telah ia baca, maka tujuan dari iklan tersebut untuk mengubah
sikap seseorang berhasil terlaksana.
14. Layanan yang tepat untuk anak TK sesuai tingkatan kapasitas intelektual.
Konselor
di sekolah memiliki tugas untuk mengenal para siswanya, maka ketika telah
dilaksanakan sebuah tes intelektual konselor dapat menggunakan hasil tes
tersebut untuk menentukan layanan yang tepat yang dapat diberikan pada kliennya
kelak. Pada suatu kesempatan penulis melakukan observasi di sebuah sekolah dan
mendapatkan kesimpulan diantaranya bahwa anak yang:
·
Kapasitas itelektualnya berada di
tingkatan superior ( Grade I )
Ketika
konselor telah memberikan layanan pengumpulan data dan telah mendapatkan hasil
bahwa ada anak yang tergolong pada Grade I selanjutnya diberikan layanan
informasi seperti memberikan informasi pada anak tersebut tentang kemampuannya
yang sudah bagus agar ia tidak menjadi anak yang besar kepala karena
kemampuannya dan diberikan perhatian agar ia masih bisa meningkatkan lagi
kemampuannya. Terkadang anak pada tingkatan superior memiliki tingkah laku
super aktif untuk sekedar mencari perhatian gurunya maka sebagai konselor harus
bisa memberikan informasi juga pada guru pengajar bagaimana pengajaran yang
cocok untuk anak pada Grade ini karena anak pintar juga masih memerlukan
perhatian dari gurunya.
·
Kapasitas itelektualnya berada di
tingkatan diatas rata-rata ( Grade II )
Ketika
konselor telah memberikan layanan pengumpulan data dan telah mendapatkan hasil
bahwa ada anak yang tergolong pada Grade II selanjutnya diberikan informasi
bahwa ia sudah memiliki kemampuan yang baik dan harus tetap mempertahankannya,
konselor juga memberikan layanan informasi pada guru pengajar bahwa anak ini
masih perlu perhatian agar ia tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan
untuk mencari perhatian guru sama seperti di Grade I anak di Grade II juga
terkadang memiliki tingkah laku yang super aktif.
·
Kapasitas itelektualnya berada di
tingkatan rata-rata ( Grade III )
Sama seperti sebelumnya, ketika
konselor telah memberikan layanan pengumpulan data dan telah mendapatkan hasil
bahwa ada anak yang tergolong pada Grade III selanjutnya diberikan informasi
bahwa ia sudah mendapatkan kemampuan yang cukup karena kemampuannya yang sama
pada anak umumnya, selanjutnya anak tersebut diberikan layanan konseling agar
ia mampu menigkatkan kemampuannya agar lebih baik lagi, dan konselor melakukan
layanan informasi pada guru bahwa anak yang berada ditingkatan rata-rata hanya
memerlukan dorongan-dorongan agar anak tersebut mau meningkatkan lagi
kemampuannya.
·
Kapasitas intelektualnya berada di
tingkatan dibawah rata-rata ( Grade IV )
Anak pada golongan ini diperlukan
perhatian khusus agar ia bisa mengimbangi diri dengan anak lain yang setidaknya
pada tingkatan rata-rata, anak pada golongan ini dapat diberikan layanan
konseling untuk lebih mengetahui mengapa anak terlihat pada tingkatan dibawah
rata-rata selanjutnya berikan layanan infirmasi pada guru atas hasil konseling
tersebut dan anjurkan pada guru untuk melakukan home visit atau mendatangi
tempat tinggal anak untuk lebih mengetahui latar belakang keluarganya mengapa
anak ini termasuk pada tingkatan dibawah rata-rata,seperti melihat pendukung
belajarnya dirumah dan perlakuan orangtua pada anaknya.
13. Penulisan dan Pengaturan Daftar Pustaka Untuk Melengkapi Tugas
Bagi seorang peserta didik tugas pasti di dapatkan dari
sebuah lembaga pendidikan yang sedang dijalani untuk di kerjakan. Tugas beragam
bentuknya salah satunya adalah tugas yang harus di kerjakan menggunakan
aplikasi perangkat lunak pengolah kata seperti Microsoft word yang ada pada
komputer. Beragam pula tugas yang bisa dikerjakan di Microsoft Word diantaranya
ada artikel, makalah, proposal dan lain sebagainya. Jika memang dalam tugas tersebut
kita memerlukan beberapa sumber maka penting bagi kita untuk mencantumkan
sumber tersebut agar tidak di anggap plagiat. Maka kali ini saya akan
menuliskan beberapa cara penulisan daftar pustaka yang baik dan benar.
InshaAllah.
Sumber untuk daftar pustaka dan cara penulisannya:
Tulis
seperti ini pada daftar pustaka jika bersumber dari buku
Nama.
Tahun. Judul. Tempat : penerbit.
Contoh:
Yusuf, Syamsu. 2000. Psikologi Perkembangan Anak dan remaja. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.
Yusuf,
Syamsu & A. Juntika Nurihsan.2014. Landasan
Bimbingan dan Konseling. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Contoh:
Hidayana, Herma. 2009. Pengaruh
Gaya Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X SMK Negeri 2 Balikpapan.
Malang: Skripsi.
Setiani, Amalia
Cahya. 2014. Meningkatkan Konsentrasi Belajar Melalui Layanan Bimbingan
Kelompok Pada Siswa Kelas VI SD Negeri 2 Karangcegak, Kabupaten Purbalingga
Tahun Ajaran 2013/2014.. Semarang: Skripsi.
Bire
, Arylien Ludji, Uda Geradus, dan Josua Bire. 2014. Pengaruh
Gaya Belajar Visual, Auditorial, Dan Kinestetik Terhadap Prestasi Belajar. Kupang:
Jurnal Pendidikan. Vol. 44, No. 2: 168-174
Tulis
seperti ini pada daftar pustaka jika bersumber dari Internet
Nama.
Tahun. Judul. Alamat url. Diunduh.
Contoh:
Psikologi, Blog. 2016. Konsep Tes DAT Admisnistrasi Skoring. http://blogpsikologi.blogspot.co.id/2016/03/konsep-tes-dat-administrasi-skoring-dan.html diunduh pada 8 Juni 2017
Tulis
seperti ini pada daftar pustaka jika bersumber dari wawancara
Nama
(tahun) via….. sebagai….. pada (tanggal)
Contoh:
Danu
Ranggaseta (20 tahun) via Line sebagai
mahasiswa pada 27 Mei 2016.
Dina Ambaru (21 tahun) di akses via WhatsApp sebagai masyarakat pada 30 oktober
2016.
Kemudian
ini adalah pengaturan paragraf pada daftar pustaka, caranya buka tab home pada
Microsoft Word kemudian klik pada tulisan paragraph
dan sesuaikan isinya menjadi seperti ini
Sekian dan terimakasih semoga
bermanfaat :)
Langganan:
Postingan (Atom)